Cara Simple Mudah Membeli Rumah

Tips Simple Mudah Membeli Rumah

Rumah merupakan salah satu kebutuhan pokok yang harus tercukupi. Namun, mahalnya harga rumah menyulitkan sebagian masyarakat untuk membeli properti hunian.

Riset Lifepal terhadap data yang dipublikasikan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) menunjukkan, tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang jumlah penduduk yang tak memiliki rumah akan bertambah banyak.

Soalnya, harga rumah terus mengalami kenaikan bahkan di era pandemi virus corona baru. Selain itu, harga dasar sebuah rumah bisa mencapai 100 atau bahkan 1.000 kali lipat dari gaji bulanan seorang pegawai.

Untuk itu, simak tips cerdas membeli rumah berikut ini:

Tips membeli rumah lewat KPR

1. Pahami lebih dahulu, apakah Anda layak “mencicil rumah”

Bank atau lembaga pemberi kredit bisa saja memberikan penilaian skor bagus pada Anda karena ketepatan pembayaran angsuran. Namun, ketahuilah dengan seksama, apakah Anda memang layak untuk mencicil rumah.

Caranya, dengan mengetahui rasio utang berbanding aset Anda sendiri. Nilai rasio utang berbanding aset menunjukkan berapa besar aset milik Anda yang dibiayai utang.

Untuk menghitungnya, dengan membagi total utang dan total aset, maka Anda bisa mendapatkan skor untuk rasio ini. Nilai ideal dari rasio tersebut adalah di bawah 50%.

Jika nilainya lebih dari 50%, tandanya: nilai utang Anda telah melebihi nilai aset. Tentu, hal ini jelas menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR.

2. Jangan berutang jika tak ada dana darurat

Amankanlah terlebih dulu dana darurat Anda. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.

Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, maka semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

3. Investasikan dana Anda untuk DP rumah

Ketahui terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang mukanya (DP). Ketahui pula biaya yang akan Anda keluarkan, dan sisihkan uang secara rutin di instrumen investasi.

Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, maka simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.

Hindari penempatan dana di instrumen tinggi imbal hasil dan tinggi risiko, karena jangka waktu menabung Anda cenderung pendek. Risiko pasar yang terjadi dalam waktu dekat tentu bisa saja memengaruhi imbal hasil investasi Anda.

4. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35% penghasilan

Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50% dari penghasilan bulanan. Tetapi, cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35% dari penghasilan.

Alasannya adalah agar Anda tidak perlu mengurangi pengeluaran yang terkait kebutuhan pokok sehari-hari, asuransi, maupun investasi untuk dialokasikan ke dalam cicilan.

5. Anda dan keluarga harus tetap terlindungi

Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk Anda yang tengah mencicil rumah. Tidaklah bijak untuk meninggalkan warisan berupa utang pada keluarga tercinta.

Oleh karena itu, mereka yang memiliki utang, wajib terlindungi dengan asuransi jiwa.

Setiap KPR umumnya dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa guna memitigasi risiko meninggalnya debitur. Namun apa jadinya, jika seseorang tak hanya memiliki utang KPR, melainkan juga ada utang cicilan mobil, kartu kredit, dan lain sebagainya.

Manfaat dari asuransi jiwa sejatinya tidak hanya berguna untuk melunasi warisan utang dari debitur. Tapi juga bisa bermanfaat untuk biaya hidup keluarga yang ditinggal.

Pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan yang bisa menutup plafon kredit Anda. Atau, pilih yang memberikan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari total utang tertunggak yang kita miliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *